WALKING ON THE WATER

22 September 2014 –pukul 10:11-

Aku bersyukur dengan apa yang Tuhan lakukan sepanjang hidupku terutama di musim ku saat ini. Ini musim yang berat bagi ku. Musim menaklukan diri sendiri dan kondisinya saat ini aku masih belum menang, struggling, jatuh bangun berulang kali ada kalanya aku ingin keluar dari proses ini karena saking ga tahannya. Salah satu yang Tuhan lakukan adalah Dia tetap menjaga ku dengan firmanNya meskipun berulangkali aku jatuh, aku kelelahan, aku ga fokus, ataupun lagi ngaco bahkan di titik dimana ada kalanya aku ingin nyerah.

Seperti hari ini, Dia memberikan aku firman di Matius 14:22-32. Ini salah satu ayat yang sejak 2012 menemani ku, minimal 1 tahun 1x pasti jadi rhema. Dan pagi ini, Dia ingatkan aku lagi. Kali ini dengan perenungan yang berbeda.

Murid-murid begitu ketakutan ketika melihat Yesus berjalan di atas air dalam kegelapan malam karena mengira Dia hantu. Siapa juga yang kaga kaget dan parno ngeliat mahluk dalam gelap? Minimal kagetlah pastinya. Namun kejadian selanjutnya menjadi berbeda ketika Yesus meyakinkan mereka bahwa Dia bukan hantu. Dan dari sekian banyaknya murid hanya Petrus yang merespon dan respon dia luar biasa, yang menurut ku secara pribadi seperti “menantang” Yesus.

Petrus mengatakan, “jika itu Engkau, suruh aku datang kepadaMu dengan berjalan di atas air.” Wow, luar biasa sekali. Aku sampe mikir, napa Petrus mintanya dengan berjalan di atas air? Minta sesuatu yang mustahil dilakukan oleh manusia dan cuma Tuhan yang bisa. Ketika aku merenungkan bagian ini, pertanyaan lembut muncul di hatiku,”Napa kamu takut meminta hal yang mustahil?” Aku hanya bisa diam & mengatakan dengan perasaan sedih ,”karena aku ga mau melakukan hal yang tidak bisa aku lakukan” lalu aku diingatkan,”Menurutmu, Petrus bisa melakukan itu karena kemampuan dia?”. Dengan sedih, aku hanya bisa menjawab,”Itu karena dia mengandalkan Engkau”.

Secara pribadi, aku bukan tipekal orang yang suka tantangan dan juga ga suka menantang orang lain dan situasi apalagi menantang Yesus untuk sesuatu yang tidak bisa aku lakukan, bagiku itu sama saja mencari masalah. Tapi hari ini aku diingatkan, it’s oke untuk “menantang” Dia dengan hati yang benar. Toh, kamu “menantang” dia bukan untuk mencari gara-gara.

Aku salut dengan keberanian Petrus. Dia bisa handle rasa takutnya bahkan tidak hanya “menantang” Yesus tetapi menantang dirinya juga. Satu hal yang aku pelajari, berani MAU melakukan hal yang mustahil sama juga dengan mengandalkan Tuhan secara penuh dan utuh untuk terlibat di dalamnya. Dan aku masih sangat-sangat perlu banyak latihan untuk yang satu ini.

Ada beberapa ayat dimana aku diminta untuk aku perhatikan:

  1. Ayat 26

They were scared out of their wits. “A ghost!” they said, crying out in terror (The MSG)

They said,”It’s a ghost!” and cried out in fear (NCV)

They were terrified, “It’s a ghost,” they said, and cried out in fear (NIV)

Beberapa waktu ini aku lagi ngerasain apa yang murid-murid rasakan. Bukan karena ngeliat hantu😀 tetapi karena tekanan.  Sampai di titik aku tidak bisa berkata-kata ketika berdoa, just cried out.

  1. Ayat 27

But Jesus immediately said to them: “Take courage! It is I. Don’t be afraid.” (NIV)

But Jesus quickly spoke to them, “Have courage! It is I. Do not be afraid.” (NCV)

But Jesus was quick to comfort them,”Courage, it’s me. Don’t be afraid” (MSG)

Dia selalu tahu kapan timingnya dan memang Dia selalu melakukannya secara tiba-tiba tetapi yang Dia lakukan selalu tepat, cepat dan comfort. Dia hanya minta untuk aku fokus sama Dia ketika badai itu menghampiri kita. Dia hanya minta untuk kita tetap teguh, tetap berani. Aku menyadari bahwa aku sangat mudah teralihkan dan kehilangan fokus ketika merasa di sekelilingku gelap.

  1. Ayat 31

Immediately Jesus reached out his hand and caught him. “You of little faith,” He said,”why did you doubt?” (NIV)

Immediately Jesus reached out his hand and caught Peter. Jesus said,”Your faith is small. Why did you doubt?” (NCV)

Jesus didn’t hesitate. He reached down and grabbed his hand. The He said,”Faint-heart, what got into you?” (MSG)

Aku diingatkan,”Kalau Aku bisa mengangkat Petrus ketika hampir tenggelam, apa kamu pikir Aku tidak bisa angkat kamu? Apa Aku akan diam saja ketika kamu berteriak minta tolong? Jangan takut hanya karena imanmu lemah. Jangan malu hanya karena kamu bimbang. Jangan terhakimi. Jangan terintimidasi.” Seperti biasanya, aku paling ga bisa ngomong apa-apa klo Dia udah bicara. Dia paling jago untuk satu hal ini.

Buat kalian yang sedang mengalami tekanan, stuck, mentok, aku encourage kalian buat merenungkan apa yang Tuhan lakukan dalam hidup kalian sampai sejauh ini. Ingat setiap detail yang Dia lakukan. Duduk tenang di kakiNya and listen to Him. Aku sangat mengerti betapa sulitnya untuk tenang ketika tekanan, kegelisahan dan ketakutan lagi “menyerang” kita. Tetapi hanya dengan ketenangan kamu bisa mendengar Dia. Tetap berdoa dan worship. It’s simple things to do if you hard to remember how His kindness in your life. Percayalah penghiburanNya selalu ada di dalam kesesakan kamu.

Tags: , , , ,

About The Courier of God

Saya ingin berbagi kerinduan akan apa yang saya dapat dari Bapa mengenai hatiNya, pikiranNya, rencanaNya..Saya hanya seorang kurir yang membawa pesanNya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Faith, Hope, and Joice

Just another WordPress.com site

Reniwan Agustina Purba

Just another WordPress.com site

Just another WordPress.com site

the mega's notes

Just another WordPress.com site

Within Takapipi

Just another WordPress.com site

Eternal Love

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: