FENOMENA BIS TERAKHIR

Kamis, 08 Agustus 2014 –pukul 10.57-

Di bulan Juli kemarin saya mengalami 2x kejadian fenomena bis terakhir. Saya termasuk tipekal orang yang percaya kalau di dunia ini tidak ada yang kebetulan dan saya meyakini jika ada kejadian yang sepertinya kebetulan pasti memiliki maksud. Saya mulai menyadarinya setelah 2x kejadian di bulan yang sama.

Image from google

Kejadian pertama ketika saya mau coba menggunakan kendaraan umum di daerah BSD. Selama ini saya tidak pernah menggunakan kendaraan umum ke daerah tersebut. Hari itu saya memang berencana untuk mencobanya. Hari itu hari Sabtu menjelang sore. Informasi yang saya dapatkan untuk menggunakan bis Trans BSD yaitu tunggu di BSD Junction. Sayangnya saya belum mengetahui posisi pemberhentian tersebut ada dimana. Saya mulai menanyakan satpam di BSD Junction tapi dia tidak mengetahuinya dan mengarahkan saya ke ITC BSD. Posisi ITC BSD ada di seberang BSD Junction. Di sana saya bertanya ke satpam dan dia sempat mengatakan tidak lewat. Saya cukup kaget. Namun saya langsung terpikir untuk bertanya ke satpam bagian luar, yang suka mengatur kendaraan umum yang berada di area ITC BSD. Saya berpikir, pasti satpam tersebut lebih mengetahui kendaraan umum yang lalu lalang melewati mall tersebut. Dia mengatakan bis Trans BSD tidak turun naik penumpang di jalan area tersebut dikarenakan area tersebut sudah menjadi jatah angkot. Saat itu saya hanya terpikir harus mencari pool nya dan dia mengarahkan lokasinya serta arah mana yang saya lalui.

Saat itu saya sempat bingung karena saya masih buta jalan mana yang sesuai dengan arah yang saya tuju. Akhirnya saya memutuskan untuk coba jalan kaki ke arah yang dimaksud sambil mencari orang yang bisa saya tanyakan. Saya tipekal yang memilih orang ketika saya bertanya. Saya bertemu dengan seorang wanita muda yang sedang menunggu jemputan. Pada dasarnya dia tidak mengetahui secara pasti, dia hanya memperkirakan. Dengan informasi seadanya dan sempat membuat saya bingung karena nama lokasinya bukan nama jalan atau daerah dan angkot yang mengarah ke lokasi pool bis trans bsd tidak menggunakan nomor tapi menggunakan warna angkot yang harus saya perhatikan supaya saya tidak salah naik. Akhirnya saya mengikuti petunjuk tersebut. Kondisi cuaca saat itu tiba-tiba hujan.

Kejadian ini mengingatkan saya 7 tahun lalu ketika saya harus pertama kali ke daerah Cikarang, Bekasi dan di sana ada bis yang tidak menggunakan nomor tapi dinamakan bis ¾ (hahaha udah kayak Harry Potter saja ya :D). Akhirnya saya menemukan angkot tersebut dan bisa ke pool bis trans bsd dengan selamat. Selama di perjalanan angkot tersebut saya juga menemukan wanita muda yang salah naik angkot, kasihan pakaiannya sudah basah kuyup karena hujan deras. Saya sempat berbincang sejenak dengan wanita sebelah saya yang ternyata turun di lokasi yang sama dengan saya. Sampai di pool bis trans bsd, ternyata itu adalah bis terakhir dimana 5 menit lagi bis akan berangkat. Praise The Lord. Jika dihitung-hitung 1,5 jam saya mencari bis tersebut.

Kejadian kedua adalah di malam takbiran. Sore itu setelah saya meeting di daerah Industri, saya pulang dengan menggunakan bis transjakarta dari halte jembatan merah. Saya baru 2 bulan ke daerah tersebut dan beberapa kali saya naik bis transjakarta dari situ. Hari itu saya baru tahu bahwa ternyata ada rute lain selain rute yang saya tuju. Saya baru mengetahuinya ketika saya salah naik bis. Saya naik bis ke arah Rawamangun padahal saya mau ke Senen. Sampai di halte Senen, saya ngobrol sejenak  dengan petugas trans. Awalnya saya hanya bertanya kenapa bis di hari itu sedikit sekali karena saya pikir apakah ini ada pengaruhnya dengan liburan. Dan dari obrolan tersebut, saya baru tahu kalau 15 menit lagi halte transjakarta akan tutup. Saya sempat kaget. Praise The Lord, lagi-lagi saya hampir ketinggalan bis. Saya yang terbiasa planning, hari itu saya “kelolosan” tidak mengecek jam operasional bis transjakarta.

Malam itu saya sangat bersyukur dengan penjagaan, perlindungan dan kasih karuniaNya. Saya merenungkan selama perjalanan pulang di dalam bis. Apapun yang ada pada kita tidak bisa kita andalkan. Dari 2 kejadian ini, Dia menyatakan diriNya lewat campur tanganNya. Saya juga diingatkan bahwa di dalam kehidupan terkadang ada “bis terakhir” di dalam masa musim hidup kita. Kita perlu kepekaan untuk mengenal hal tersebut. Jika tidak, bisa saja itu “bis terakhir” dalam kehidupan kita dan kesempatan itu tidak ada lagi. Kehidupan yang kita jalani itu berlomba dengan waktu. Tanpa campur tanganNya kesempatan itu bisa saja lewat.

Dari banyak bertemu dan bertanya dengan orang-orang selama mencari bis, dengan informasi seadanya, saya jadi menyadari, bisa saja kita bertemu dan bertanya dengan orang yang salah. Informasi yang salah atau hanya ada informasi yang seadanya. Terkadang kita tidak tahu apa orang itu benar atau tidak, apa informasi yang disampaikan itu tepat atau tidak. Sekali lagi di sini kita butuh campur tangan Tuhan untuk bisa mengenal orang seperti apa yang perlu kita temui. Informasi apa yang bisa kita percayai untuk kita gunakan dan tidak.

Maka dari itu sangat dibutuhkan untuk kita mengetahui tujuan yang perlu kita tuju. Tujuan yang membantu kita untuk memilah orang seperti apa yang perlu kita tanya dan informasi tersebut bisa kita gunakan atau tidak. Dengan tidak adanya tujuan, hidup kita akan cenderung memutar-mutar tanpa tentu arah. Akan sangat melelahkan. Sebenarnya mencapai tujuan kita pun juga bukan pekerjaan mudah dan melelahkan tapi lebih baik melelahkan untuk mencapai tujuan dibandingkan lelah karena memutar-mutar tanpa tentu arah karena tidak mengetahui apa yang dituju.

So tetaplah berdoa dan melekat kepadaNya supaya kita bisa memiliki kepekaan akan Dia dan kepekaan untuk mengenal apa yang sedang kita hadapi. Jangan sampai terlambat. Waktu adalah uang dan ada “nyawa” kita ada di dalamnya. Gunakan waktu yang disediakan sebaik mungkin. Jangan sia-siakan karena ketika kita menyia-nyiakan waktu, itu sama saja kita membuang sebagian “nyawa” kita dan jangan bermain-main dengan kasih karuniaNya yang disediakan bagi kita.

Tags: , , , ,

About The Courier of God

Saya ingin berbagi kerinduan akan apa yang saya dapat dari Bapa mengenai hatiNya, pikiranNya, rencanaNya..Saya hanya seorang kurir yang membawa pesanNya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Faith, Hope, and Joice

Just another WordPress.com site

Reniwan Agustina Purba

Just another WordPress.com site

Just another WordPress.com site

the mega's notes

Just another WordPress.com site

Within Takapipi

Just another WordPress.com site

Eternal Love

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: