IDE

Kamis, 23 Januari 2014 – pukul 14:35-

Kita seringkali mendengar bahwa Tuhan itu tidak pernah berubah, dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. Ntah napa ada sisi lain yang membuat aku tidak 100% setuju. Aku setuju kalau Tuhan itu mengasihi kita, sangat mengasihi tapi pernahkah kita renungkan kalau cara Tuhan mengasihi kita mengalami perubahan, tidak selalu sama. Aku tidak tahu dengan kalian tapi itu yang aku rasakan.

Ilustrasinya bisa kamu bayangkan seperti cara orang tua kamu memperilakukan kamu hingga sekarang ini. Pasti cara mereka mengasihimu ketika kamu masih bayi, anak-anak, remaja dan dewasa pasti mengalami perubahan. Begitu juga dengan Dia. Bahkan cara Dia memperilakukan Daniel, Daud, Saul, Yosua, Musa, dan lainnya pun tidak pernah sama.

Seringkali kita mengeluh, kenapa ya kalau dulu Tuhan selalu kasih apa yang kita mau? Pas kita berdoa minta sesuatu, Tuhan pasti kabulkan. Kok sekarang kagak? Di Firman Tuhan juga pernah disampaikan. Setiap pertumbuhan rohani pasti mengalami perbedaan. Ketika kita masih bayi rohani, kita tidak mungkin diberi makanan keras tapi hanya bagi yang sudah dewasa rohani yang akan menerima makanan keras.

Salah satu yang aku belajar dari cara Tuhan memperilakukan ku adalah melalui ide atau pun kreatifitas. seseorang pernah mengatakan kepadaku bahwa sebenarnya tiap hari ada jutaan ide yang mati karena tidak pernah ditindak lanjutin makanya tempat yang paling kaya di muka bumi ini adanya di kuburan. Di sana terletak ide-ide karya dan kreatifitas serta talenta bahkan potensi-potensi luar biasa yang tidak pernah lahir. Meski sebelumnya aku sudah pernah mendengarnya dan diingatkan kembali tahun lalu, aku baru menyadari setelah benar-benar mengalaminya karena dari kecil aku tidak terlatih dengan kreatifitas. Otak kiriku lebih terlatih dibanding otak kananku. Sebelumnya aku merasa sangat sulit untuk bisa menjadi kreatif makanya aku sangat kagum dengan orang-orang yang dipenuhi kreatifitas dengan luar biasa apalagi yang mereka berkecimpung di industri kreatif.

Tapi Tuhan yang aku kenal adalah Tuhan yang adil. Kita bisa mendapatkannya selama kita mencarinya. Liburan akhir tahun 2013 adalah salah satu liburan yang membuatku produktif. Beberapa ide tulisan muncul untuk membuat aku bisa menulis. Ide untuk mengembangkan salah satu usaha ku terjadi ketika aku sedang berbicara dengan salah satu teman ku di luar negeri. Di sini, aku semakin menyadari cara Tuhan bekerja di hidupku juga bisa berbeda dengan kreatifitasNya. Setidaknya kali ini aku menjadi mengenal diriNya melalui ide-ide dan kreatifitas yang Dia taruh dalam kepalaku. Mengenal sisi pribadi Tuhan dengan cara yang baru, cara yang lain sungguh menyenangkan. Mengeksplorasi lebih lagi hal-hal yang tidak kita ketahui dan melakukannya membuatku menjadi semakin berani melangkah untuk hal-hal baru. Tuhan memiliki musimNya, Tuhan memiliki caraNya dalam kehidupan kita, tergantung apakah kita ingin tetap rindu untuk mengenalNya atau tidak. Satu hal yang aku ketahui, Tuhan selalu suka mengenalkan pribadiNya. Hanya perlu awareness kita untuk mengenal caraNya🙂

Tags: , , , , ,

About The Courier of God

Saya ingin berbagi kerinduan akan apa yang saya dapat dari Bapa mengenai hatiNya, pikiranNya, rencanaNya..Saya hanya seorang kurir yang membawa pesanNya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Faith, Hope, and Joice

Just another WordPress.com site

Reniwan Agustina Purba

Just another WordPress.com site

Just another WordPress.com site

the mega's notes

Just another WordPress.com site

Within Takapipi

Just another WordPress.com site

Eternal Love

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: