MUSIM

-Senin, 18 November 2013, pukul 17:38-

Kalau dengar kata musim, pasti rata-rata di pikiran kita terlintas cuaca atau pun panen buah atau sayur. Pernah tidak terpikir kalau hidup kita juga punya musim? Pernah dengar juga kan kalau segala sesuatu indah pada waktuNya? Musim berada dalam dimensi waktu. Ada kalanya kita merasa waktu berjalan sangat lambat. Kok apa yang kita alami tidak selesai ya? Terkadang kita lupa, mungkin itu musim kita dimana kita sedang diajarkan untuk menunggu. Pas merasa bahwa kok Tuhan tidak ngomong apa-apa ya? Kok aku tidak mendengar suara Tuhan seperti biasanya, pernah terpikirkah, kalau saat itu kita sedang diajarkan untuk belajar percaya?

Beberapa waktu lalu aku dikuatkan dengan lirik lagu ini. Bahwa segala sesuatu ada musimnya termasuk hidup kita. Belajar percaya bahwa segala sesuatu akan tetap indah pada waktuNya. Tuhan yang menentukan kapan musim dingin kita berakhir. Seperti pohon anggur, ketika musim dingin, seluruh yang ada di pohon tersebut dibersihkan, dipotong yang tidak berbuah supaya pupuk dan benih lainnya bisa ditabur di akhir musim dingin. Pakai waktu-waktu ini untuk mendengar suara Tuhan lebih. Belajar buat taat. Belajar untuk tetap setia dengan prosesNya. Jangan biasakan kita memotong musim hidup yang Tuhan sudah tetapkan dalam hidup kita. Keep growing dan tetap percaya ^_^

Ivan Handojo – Pada WaktuNya

 

You spent you life looking for

The one thing that makes it all

Worth all the tears that fall

 

Walking down on this road

Moving on stepping forward

Althought it’s not that easy

 

*

Just keep holding on

Just keep pressing on

Just keep moving on

 

Reff:

Ada waktu untuk menangis

Tuk tertawa, tuk bertahan saja

Ada waktu untuk menunggu, tuk percaya

Bahwa semua akan indah pada waktunya

 

Back to *

 

Ada waktu untuk menangis

Tuk tertawa, tuk bertahan saja

Ada waktu untuk menunggu, tuk percaya

Bahwa semua akan indah

 

Back to reff

Back to *

 

Pada waktunya

Tags:

About The Courier of God

Saya ingin berbagi kerinduan akan apa yang saya dapat dari Bapa mengenai hatiNya, pikiranNya, rencanaNya..Saya hanya seorang kurir yang membawa pesanNya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Faith, Hope, and Joice

Just another WordPress.com site

Reniwan Agustina Purba

Just another WordPress.com site

Just another WordPress.com site

the mega's notes

Just another WordPress.com site

Within Takapipi

Just another WordPress.com site

Eternal Love

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: