DARE

-Selasa,05 November 2013 pukul 20:07-

Beberapa waktu ini aku membaca beberapa buku tapi entah kenapa semuanya menggantung di tengah alias belum selesai. Dan kemarin ada satu buku yang menarik perhatianku. Buku yang sudah lama aku beli tapi belum aku baca, buku tentang anak muda. Lain waktu aku akan mengulas tentang buku ini. Saat ini aku hanya ingin share tentang satu kata yang menarik perhatianku yaitu DARE. Kata yang menjadi bagian dari judul buku ini dan juga bagian dari tema buku ini. Meski aku belum menyelesaikan bacaannya namun kata ini terus terngiang di dalam benakku.

Apa yang ada di pikiran kalian ketika mendengar kata “DARE”. Permainan ‘True or Dare’? Nekat? Kenakalan? Bad attitude? Adrenalin? Atau apa? Ketika aku melihat kata ini, yang muncul di benak ku adalah tentang sikap dan perilaku serta image keberanian anak muda yang muncul atau terlihat saat ini di masyarakat. Entah kenapa unsur negative jauh lebih muncul image-nya di masyarakat dibanding unsur positifnya. Mungkin ini juga karena salah satu peran media yang tidak balance dalam menginformasikan tentang kehidupan dan peranan anak muda atau memang saat ini jumlah anak muda yang menunjukkan perilaku negative jauh lebih banyak dibanding sikap yang positif.

Beberapa waktu lalu aku mengikuti lomba penulisan artikel dari salah satu stasiun TV swasta tentang Sumpah Pemuda (dan sebentar lagi kita merayakan hari Pahlawan). Di sini aku menyadari ada sikap keberanian yang berbeda antara generasi muda zaman dahulu (ketika Indonesia belum merdeka) dan zaman sekarang (setelah Indonesia merdeka). Mari kita coba sama-sama renungkan, generasi muda zaman dulu terkenal dengan keberanian, daya tahan & daya juang hingga membuat Indonesia mengalami kemerdekaannya. Gerakan yang membuat sebuat momentum yang melahirkan proklamasi dengan proses yang tidak sebentar, mengalami proses perjuangan selama 17 tahun dari momen Sumpah Pemuda hingga lahirnya Proklamasi. Bahkan lagu Indonesia Raya & Sang Saka Merah Putih lahir di momen Sumpah Pemuda ini. Sumpah Pemuda dan Proklamasi hanya salah satu bagian dari sejarah Indonesia dari sekian banyak kisah perjuangan bangsa ini.

Coba kita lihat dengan sikap keberanian yang terjadi saat-saat ini khususnya untuk generasi muda. DARE yang lebih banyak diketahui dan diangkat oleh media cenderung negative dibanding positif, sisi negative di blow up sehingga tidak balance dengan sisi positif yang dilakukan oleh generasi muda. Aku tidak mengatakan kalau anak-anak muda yang memiliki keberanian positif tidak ada atau hanya sedikit, tetap ada dan banyak. Tapi yang mau aku soroti di sini adalah kenapa sikap keberanian anak muda yang dikenal saat ini dan menjadi image adalah sikap keberanian yang negative. Keberanian yang cenderung ke arah tindakan nekat, unjuk diri dan aktualisasi dengan hal-hal negative, tanpa pikir panjang, cenderung berontak dan sulit diatur. Tauran antar anak muda, demo dengan pengrusakan, mudah terprovokasi, kebut-kebutan liar yang membahayakan banyak orang, melanggar aturan dan tata krama, narkoba, pornografi, seks bebas dan lainnya. Kemana keberanian anak muda dalam hal tanggung jawab, dewasa, berani “berdiri” di hal yang benar, memiliki prestasi dan kreatifitas yang layak ditandingi di mancanegara, dan lainnya? Generasi muda yang harusnya menjadi tiang bangsa ini lebih banyak ditemukan terjebak dengan sikap keberanian yang salah.

Ketika aku merenungkan fenomena ini, aku diingatkan dengan salah satu ayat yaitu Wahyu 21:8. Di bawah ini sekaligus aku share versi the message dan amplified

Wahyu 21:8

21:8

Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”

 

Revelation 21:8

The Message (MSG)

6-8 Then he said, “It’s happened. I’m A to Z. I’m the Beginning, I’m the Conclusion. From Water-of-Life Well I give freely to the thirsty. Conquerors inherit all this. I’ll be God to them, they’ll be sons and daughters to me. But for the rest—the feckless and faithless, degenerates and murderers, sex peddlers and sorcerers, idolaters and all liars—for them it’s Lake Fire and Brimstone. Second death!”

Revelation 21:8

Amplified Bible (AMP)

But as for the cowards and the ignoble and the contemptible and the cravenly lacking in courage andthe cowardly submissive, and as for the unbelieving and faithless, and as for the depraved and defiled with abominations, and as for murderers and the lewd and adulterous and the practicers of magic arts and the idolaters (those who give supreme devotion to anyone or anything other than God) and all liars (those who knowingly convey untruth by word or deed)—[all of these shall have] their part in the lake that blazes with fire and brimstone. This is the second death.

Sikap keberanian yang negative ini muncul dari rasa takut sehingga banyak anak muda yang unjuk gigi dan aktualisasi dengan cara yang salah. Ketidakberanian mengambil tanggung jawab untuk hidup mereka sendiri, ditunjukkan dengan cara yang berlawanan dan cara yang tidak tepat, merasa kalau berani dengan cara seperti ini menunjukkan sikap yang keren makanya banyak bad boy or bad girl. Salah satu sikap yang berakar ke penakut, coward (verse amplified), feckless (verse the message).

Anak muda, aku encourage kalian untuk memiliki sikap DARE yang benar. Dimulai dari berani mengambil tanggung jawab untuk hidupmu sendiri. Pikirkan dan renungkan, putuskan untuk hidup kalian sendiri. Masa depan kalian ada di tangan kalian sendiri, bukan di situasi atau orang lain. Kalian diciptakan dengan tujuan dan fungsi yang sudah “ditanamkan” secara unik di dalam diri kalian. Hanya keputusan kalian yang menentukan hidup dan masa depan kalian. Yakinlah apa yang kalian putuskan dan lakukan selalu berdampak ke lingkungan sekeliling kalian bahkan bangsa dan generasi ini. So anak muda buatlah sejarah di generasimu dan zamanmu. Perjuangkan dan tunjukkan kalau kalian anak muda yang bisa menjadi tiang bagi bangsa dan generasi ini.

Tags: , , , , ,

About The Courier of God

Saya ingin berbagi kerinduan akan apa yang saya dapat dari Bapa mengenai hatiNya, pikiranNya, rencanaNya..Saya hanya seorang kurir yang membawa pesanNya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Faith, Hope, and Joice

Just another WordPress.com site

Reniwan Agustina Purba

Just another WordPress.com site

Just another WordPress.com site

the mega's notes

Just another WordPress.com site

Within Takapipi

Just another WordPress.com site

Eternal Love

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: