REPEAT

-03 September 2013, Pukul 19:02-

Beberapa waktu lalu ku lihat salah satu judul khotbah yang disampaikan oleh salah satu Senior Pastor di salah satu gereja di daerah Kuningan. Aku belum dengar apa yang disampaikannya. Tapi judulnya, seperti judul untuk tulisan ku kali ini, mengingatkan ku di sekitar tahun 2011. Saat itu salah satu Gembala Nikah di gereja dimana ku beribadah menyampaikan hal yang kurang lebih sama. Aku tidak pernah lupa message yang disampaikannya karena hal tersebut juga yang membuat aku melangkah untuk bisa menulis blog. Meski mungkin blog ku tidak sering update tapi aku belajar ketekunan di bidang ini.

Aku termasuk tipe orang yang agak berat melakukan hal yang baru dan untuk diri sendiri. Aku lebih cenderung bergerak lebih cepat jika berkaitan dengan orang lain. Makanya butuh disiplin untuk hal ini khususnya untuk diri ku ^_^

Oke sekarang kita mulai masuk ke topic ya, udah kebanyakan intronya hehehe Pada dasarnya pengulangan atau repeat salah satu yang kadang tidak mau kita lakukan, benar? Apalagi kalau kita sedang melatih sesuatu termasuk kebiasaan baru. Seakan-akan tidak ada hal lain yang bisa dilakukan selain hal tersebut. Tidak sedikit orang yang akhirnya tidak melanjutkan.

Contoh deh, kalau tiap hari ketika saat teduh, kita dapat ayatnya itu lagi, itu lagi selama 1 bulan. Bayangin deh, 1 minggu aja kayaknya sudah malas ya, kayak alkitab kagak punya pasal atau ayat lain aje. Contoh lainnya, kita dengar hamba Tuhan yang tiap minggu selama 1 bulan bahas sama terus, gimana tuh? Masih tetap datang ke gereja atau bolos?😀 Atau ngacir ke gereja lain? Hehehe

Kenapa aku bahas hal ini? Karena aku ingin share bahwa pengulangan itu penting. Sesuatu yang dilakukan berulang-ulang akan menghasilkan kebiasaan yang baru. Hal ini sangat dibutuhkan untuk dilakukan atau membentuk suatu kebiasaan yang baru. Kebiasaan baru yang bertolak belakang atau yang tidak pernah kita lakukan, pasti ketika memulainya akan terasa melelahkan. Awalnya mungkin excited tapi beberapa waktu mulai terasa melelahkan dan sangat memungkinkan untuk kita quit dari proses pembentukan kebiasaan tersebut.

Contoh pengalaman pribadi ya aku ini. Menulis itu buat aku benar-benar butuh kerajinan yang luar biasa. Tidak dipungkiri, kadang aku ignore or excuse karena kebawa ama mood atau sikon. Tapi praise the Lord, Dia kagak pernah nyerah. Tau nya darimana? Karena suka “ngejar” di dalam hati ku. Kadang langsung dihujanin beberapa topic sekaligus sampai bikin aku kelimpungan yang mane yang mau ditulis. Salah satu “buah”nya ya tulisan ini, “buah” dari di”kejar-kejar”.  Judul yang direncanakan kagak ketulis eh yang baru nongol tadi siang malah ditulis duluan hehehe

Hal kedua yang juga buat ku terus “dikejar”, karena aku suka baca. Pastinya aku lebih banyak meluangkan waktu buat baca dibanding buat menulis. Akhirnya aku banyak “disentil” dengan banyak bacaan. Secara tidak langsung hal ini juga yang menjaga hati ku untuk terus melakukannya, untuk tetap tekun. Mau bisa fasih nulis ya kudu practice toh. Namanya practice kudu tekun toh.  Dan namanya ketekunan butuh pengulangan berulang kali, tidak boleh berhenti di tengah atau keluar dari ketekunan.  Aku juga mudah teralihkan apalagi kalau sudah menyangkut kebutuhan orang lain, kebutuhan sendiri bisa ditinggalkan. Satu sisi good tapi di sini juga kelemahannya. Sometimes I should do this for my self. Aku bersyukurnya beberapa kali teralihkannya, kadang lewat bacaan jadi “terciprat” lagi apinya buat menulis.

Ketiga, ketika sendiri, aku suka sekali mendengarkan music termasuk ketika sedang baca atau di depan komp. Pastinya lagu-lagu yang membangun spirit ku, yang terus menemani ku. Kadang suka kagak nyadar jadi stop melakukan kegiatan, karena ikutan worship hahaha. Dan lagu-lagu ini sangat mempengaruhi aku untuk tetap melakukan kebiasaan baru. Entah ya, mungkin ini terasa aneh atau terdengar tak masuk akal tapi ketika aku melakukan sesuatu sendiri sambil mendengar lagu-lagu praise & worship, aku merasakan kalau aku tidak sendiri saat itu. Aku merasakan Babe di surge lagi bersamaku, menemani ku, terkadang malah terasa seperti mengajak ngobrol aku atau memberi tahu ku akan hal-hal yang sedang aku lakukan. Ntah itu bacaan, ntah itu tontonan, ntah itu tugas termasuk juga tulisan.

Hal keempat, aku menaruh diriku di lingkungan orang-orang yang suka baca. Menemukan mereka seperti menemukan harta karun. Aku juga bersyukur Pembina ku pun juga suka baca (dan juga penulis hohoho). Terakhir dirinya mengatakan untuk aku tetap menulis bahkan memberi tips singkat. Dan itu ketika aku down, ketika aku merasa sepertinya ini hanya sekedar hobi. “Cipratan” kecil yang cukup berarti buat ku apalagi dari Pembinaku (Thanks for simple words Ko)

So meski aku masih “jatuh bangun” di kebiasaan baru ini, aku akan tetap melakukannya ^_^ Ini hanya sharing singkat. Mungkin juga tidak menjawab kebutuhan kalian hehe tapi intinya aku hanya ingin bilang tetap mencintai proses, tetap mencintai pengulangan, tetap mencintai ketekunan.

Ada salah satu quote yang mengatakan ini,

Awalnya kebanyakan hal baru menggembirakan dan membuat excited karena hal itu baru tapi belum tentu kegembiraan itu bisa mengantarnya ke garis akhir. Tidak sedikit memilih berhenti atau menetap di tengah prosesnya, bukan di garis akhir

 

 

Tags: , , , , , , ,

About The Courier of God

Saya ingin berbagi kerinduan akan apa yang saya dapat dari Bapa mengenai hatiNya, pikiranNya, rencanaNya..Saya hanya seorang kurir yang membawa pesanNya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Faith, Hope, and Joice

Just another WordPress.com site

Reniwan Agustina Purba

Just another WordPress.com site

Just another WordPress.com site

the mega's notes

Just another WordPress.com site

Within Takapipi

Just another WordPress.com site

Eternal Love

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: