FOCUS

-Jumat, 28 June 2013 pukul 09.45-

Pernah main game board atau mungkin pernah dengar permainan strategi dengan menggunakan game board? Aku belum pernah dengar sebelumnya sampai sekitar bulan Maret atau April 2013, aku baru tahu ada permainan tersebut. Setiap game board punya aturan tersendiri. Bagi yang suka main game strategi secara online atau di computer atau gadget pasti tertarik mencoba permainan ini. Aku cukup penasaran dengan permainan ini sampai akhirnya aku mencoba permainan tersebut di hari Jumat malam, 09 Mei 2013. Game board pertama yang aku coba mainkan yaitu KINGSBURG. 5 peserta dengan 1 narator atau “pembantu”. Game mengenai kerajaan yang menggabungkan strategi bagaimana membangun kerajaan, membentuk prajurit, penyerangan, pertahanan, dan lain-lain. Kami menghabiskan permainan ini kisaran 2-3 jam. Seru banget. Game board itu membuat kita mengenal karakter seseorang, kita bisa melihat cara orang tersebut berpikir, bertindak, dan masih banyak lainnya. Meski baru 1st kali memainkannya, tidak disangka saat itu aku bisa saja memenangkan permainan. Aku sebagai peserta yang baru 1st kali memainkan dan saat itu dengan kondisi yang ada kemungkinan aku menang tidak begitu kelihatan namun secara perlahan aku punya kesempatan untuk menang tapi karena di satu step terakhir aku salah mengambil keputusan, akhirnya aku kalah.

Kingsburg (Foto: Dokumen Pribadi)

Kingsburg (Foto: Dokumen Pribadi)

Next story, saat ini lagi ada musim ke 3 untuk Master Chef Indonesia meski untuk season ini, aku tidak s’excited season ke 2 tapi setidaknya aku masih bisa mengikuti season ini dibanding season 1st. Satu²nya acara ajang bakat yang menjadi favoritku. Why? Karena yg vote bukan audience tapi karena ada juri & alasan ke 2nd karena ada byk variatif games dan suasana terutama di season 3rd ini. Standardnya dinaikan dari segala aspek meski tidak ada Chef Juna (hahaha aku ga ngefans ma dia tapi klo tdk ada dia krg greget, tidak ada yg provokasi. Dia bisa membuat suasana kitchen so hot, panas dalam arti memberi tekanan yang sebenarnya, mengeluarkan sisi bad dari peserta untuk mengasah potensi dan karakternya). Salah satu episode yang aku ingat adalah ketika audisi 20 besar, dibagian membuat telur. Episode ini aku tonton kisaran 2 minggu setelah aku bermain KINGSBURG. Aku cukup ingat episode ini karena dimulai episode ini aku jadi lebih terbuka lagi melihat keseluruhan pertandingan khususnya dari sisi peserta.

Mungkin pada bingung kenapa aku share 2 cerita ini. Sudah hamper 1 bulan aku ingin menulis hal ini tapi terpending. Meski terpending, desire buat aku untuk menuliskannya terus mengejar di dalam diri ku. Roh Kudus mengajarkan aku banyak hal dari 2 kejadian ini.

Kita mulai dari pengalamanku main game board. After aku main game board, aku disadarkan dengan sebuah kalimat seperti ini di hati ku, “Tuh kan, kamu bisa”. Jujur aku kaget, aku dibantu flash back dan dibukakan lebih. Aku bukan pribadi yang sangat excited dgn games, bukan typical orang yang suka dengan persaingan tapi hari itu, aku menyadari lebih dalam dari kepribadianku. Aku diingatkan seperti ini, “Di dalam games KINGSBURG, kamu tidak terlihat memiliki potensi untuk menang. Dari posisi urutan, kamu terbawah. Dari posisi step, kamu cenderung sering di posisi terakhir. Ketika peserta yang lain lebih menyiapkan strategi untuk persiapan perang di akhir musim, kamu banyak membangun bangunan (yoi, sampe babe rohani ku ngomong klo ku juragan property wkwkwkwk). Tapi kenapa di selama pertandingan aku memiliki potensi yang sangat besar untuk menang di mana peserta lain sudah ykn pasti kalah jauh dengan kamu? Meski rata² pendapat peserta yang lain mengatakan karena dadu yang aku lempar memiliki angka² dalam jumlah besar sehingga aku punya potensi untuk menang tapi bukan berarti peserta yang lain tidak memiliki potensi untuk menang. Simpel karena kamu fokus. Kamu menguasai permainan yang ada di tanganmu, bukan yang ada di tangan peserta lain. Kamu tidak terintimidasi dengan provokasi² yang bisa menjatuhkanmu. Di step terakhir kamu salah decide karena kamu mulai lengah”.

Ketika nonton episode kualifikasi 20 besar Master Chef Indonesia, hal ini diingatkan lagi. Selama ku nonton acara tersebut, aku diajarkan untuk melihat respon dan tindakan setiap peserta. Sebenarnya simple di babak tersebut, hanya buat telur dadar dengan menggunakan penutup kepala chef tapi ada beberapa peserta terakhir yang berulang kali fail, hanya karena masalah penutup kepala. “Din, perhatikan apa yang membuat mereka tidak bisa menyelesaikan pertandingannya. Karena mereka tidak focus dan tidak menguasai apa yang ada di tangan mereka.” Salah satu kunci kemenangan Ibu Desi di MCI 2 karena dia focus dengan apa yang ada di tangannya. Aku belajar banyak di acara Master Chef Indonesia meski aku kagak bisa masak, kagak ngerti dunia kuliner dan dunia kitchen tapi aku belajar banyak mengenai pertandingan, kompetisi, karakter, good attitude, good response akan tekanan, focus, dan masih banyak lainnya.

Thanks God untuk remind aku. Mengingatkan aku kalau aku tuh punya potensi bisa bersaing. Mengajarkan aku untuk tidak takut dengan persaingan. Membuka pikiran dan hatiku yang selama ini terkunci akan hal ini. Membantu aku untuk memahami lebih dalam mengenai apa yang ada di dalam diriku untuk aku tidak berhenti mengeksplorasi diri. Learn to be focus dan tidak terpengaruh dengan intimidasi dan kondisi di luar diri yang bisa sangat mudah melemahkan. Aku akan terus melatih diriku dan terus belajar tekun serta disiplin untuk diriku sendiri. Pelajaran 5 roti 2 ikan kembali diingatkan lagi di tahun ini, thanks my lovely Father ^_^

Tags: , , , , ,

About The Courier of God

Saya ingin berbagi kerinduan akan apa yang saya dapat dari Bapa mengenai hatiNya, pikiranNya, rencanaNya..Saya hanya seorang kurir yang membawa pesanNya..

2 responses to “FOCUS”

  1. jenar adi says :

    Kerennn. . Gak sengaja baca2 banyak tulisanmu. .memberkati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Faith, Hope, and Joice

Just another WordPress.com site

Reniwan Agustina Purba

Just another WordPress.com site

Just another WordPress.com site

the mega's notes

Just another WordPress.com site

Within Takapipi

Just another WordPress.com site

Eternal Love

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: