RITME

Minggu, 10 Maret 2013 –pukul 20:07-

Mulai tanggal 04 Maret 2013, aku mulai melakukan banyak aktivitas baru. Awalnya ketika aku belum memulai, I’m so excited meski ada rasa high aware tapi aku coba untuk menyingkirkannya karena aku tahu aku tidak boleh terus menerus di zona nyaman, kudu berani nyemplung di not comfort zone. Ketika aku memutuskan beberapa hal, aku tahu bahwa apa yang akan aku lalui ini bukan hal yang nyaman. Aku tahu aku harus melalui hal-hal yang baru ini. Ini aktivitas baru, tanggung jawab baru, ditambah lagi sudah 1 tahun ku off dalam dunia ngantor so aku tahu kalau aku perlu adaptasi untuk semua aktivitas tersebut. Need hard effort.

Dan hari ini adalah akhir minggu tersebut. I’m so sad. Really sad T_T b’coz I’m so exhausted. So tired. I can’t handle it like I expected. Dan yang paling parah, 1 minggu ini aku ga merasa enjoy & ga merasakan sukacita juga. Hiks hiks hiks. 2 hari ini (Sabtu & Minggu) aku curhat ma Babe. Kesel dan marah, bukan ma Babe atau ama situasi tapi dengan diri sendiri. Time management ku berantakan. Schedule ku jadi tidak teratur. Kelelahan tapi tidak bisa merasakan full istirahat di waktu yang ada. Siklus body ku juga jadi kagak jelas. Ngerasa body tuh “rontok” semua (tapi tetap puji Tuhan, migran ku kagak kambuh ^_^). Emosi & energi ku seperti tersedot terus menerus. Stresful hiks hiks hiks. Contohnya aku lelah, kelelahan hari ini yang paling terasa, aku ngantuk dan pengen tidur tapi ketika mencoba untuk tidur, aku tidak bisa tidur huhuhu. Di tengah tersiksanya tidak bisa istirahat & kesedihan hatiku, aku chat with Him, aku bilang, “Tuhan, aku kangen kemampuanku yang dulu ketika aku kuliah dan waktu ngantor”. Aku merasakan optimalnya kehidupanku ketika waktu kuliah, waktu itu aktivitas ku juga padat banget tapi aku bisa melakukannya, aku merasa hidupku saat itu sangat produktif. Tidak kayak sekarang, ni mah parah banget padahal tekanannya tidak separah dulu tapi aku sedih, aku malah jadi down.

SaTe ku juga minggu ini not really good. Tapi hari ini Babe beri ku 3 kekuatan lewat FirmanNya.

1. Ketekunan

Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantikannya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. –Ibrani 10 : 35-36 –

2. Power Decision

Bagian ini Babe berbicara melalui hambaNya, Peter Chao. Aku tidak bisa menyampaikan banyak tapi ketika aku menerima 3 point about power decision, aku sadar sekali kalau Tuhan sedang berkata tegas dan keras kepada ku. 3 hal tersebut adalah:

a. Kita mengambil keputusan karena pilihan-pilihan yang ada (Freewil to choose)

Di part ini ada bagian yang membuat aku nemplak. Ketika pilihan Tuhan diperhadapkan kepada bangsa Israel dan itu tidak cuma sekali tapi 2x yaitu pas zaman Musa (Ulangan 30:15 & Ulangan 30:19) & Yosua (Yosua 24:15). It’s mean always and always Tuhan akan mempertemukan aku dengan pilihan-pilihan untuk melatih dan memperluas kapasitas ku. Apa freewil ku bisa selaras dengannya atau tidak? Apa aku mau tetap berkeputusan meski itu sangat menyakitkan aku?

b. Kita “dipaksa” memilih karena setiap keputusan memiliki konsekuensi

Keputusan kita selalu berdampak untuk hidup orang lain di sekitar kita khususnya orang-orang yang ada di bagian dalam.

c. Ada kesempatan di dalam setiap keputusan

Ini menguatkan sekaligus membuat aku stres hahaha benar-benar butuh kepekaan kalau untuk soal yang satu ini. Intinya decision have limit. Waktu ditentukan oleh Tuhan. Dan still remember, waktu tidak bisa diputar kembali. I should remember that.

3. Closing words from Him today for me

Teguhkanlah langkahku oleh janji-Mu, dan janganlah segala kejahatan berkuasa atasku

-Mazmur 119 : 133-

Dan ketika aku worship, ada kalimat ini, “tetap teruskan, tetap lakukan, don’t quit”. Ketika aku menerima kalimat tersebut di hatiku, aku diingatkan bahwa statusnya saat ini aku sedang dilatih. Dilatih untuk “lari cepat”. Wajar kalau aku egap-egapan karena memang kali ini pelatihannya berbeda, coaching nya juga berbeda. Aku diingatkan lagi dengan pesan “terakhir” dari partner one on one ku, FOKUS.

Tuhan, makasih banget udah remind aku. Udah kuatkan aku. Udah mampukan aku di kondisi-kondisi dimana aku sendiri tidak bisa handle. I need You, Lord. More and more. Thanks for always be with me. Maafkan aku klo aku masih seringkali kesulitan melakukannya. Tapi aku akan tetap belajar buat stay in process until done. Speak to me always God. Your spirit and wisdom yang terus memampukan aku. Hari-hari di depanku, aku serahkan semuanya ke dalam tanganMu dan aku percaya. Amin.

Tags:

About The Courier of God

Saya ingin berbagi kerinduan akan apa yang saya dapat dari Bapa mengenai hatiNya, pikiranNya, rencanaNya..Saya hanya seorang kurir yang membawa pesanNya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Faith, Hope, and Joice

Just another WordPress.com site

Reniwan Agustina Purba

Just another WordPress.com site

Just another WordPress.com site

the mega's notes

Just another WordPress.com site

Within Takapipi

Just another WordPress.com site

Eternal Love

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: