Apakah engkau mencari AKU dengan segenap hati?

Image from motivationarea.blogspot.com

Kamis, 14 Februari 2013 –Pukul 20:44-

SaTe ku di hari Selasa terus terngiang-ngiang di hatiku. Ayat yang aku baca tidak banyak tapi cukup menjadi rhema dan membuatku merenung.

Yeremia 29:11-14

(11) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (12) Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; (13) apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati; (14) Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku akan membuang kamu.

Bagian yang aku garis bawahi itu sangat membuat aku terngiang-ngiang. Cukup membuat aku merenung bahkan hingga saat ini. Aku menanyakan ayat itu ke diri ku sendiri, “Apakah aku berseru? Apakah aku mencariNya? Apakah aku menanyakan diriNya dengan segenap hati?”

2 hari kemudian Dia berbicara kepadaku lagi melalui sebuah buku. Ada buku yang sedang aku baca saat ini & salah satu bab yang berjudul, “Baca Alkitab Jangan Seperti Cari Obat di Apotek” cukup menegur dan menggetarkan hatiku. Apa yang Dia sampaikan kali ini masih related dengan Firman Tuhan yang aku terima di hari Selasa itu. Next time aku akan share mengenai buku yang sedang aku baca ini. Kali ni aku akan membahas dari ayat yang aku baca di bab ini yaitu Markus 5:25-34, kisah tentang perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun. Aku dibawa ke posisi wanita ini. Merenungkan posisinya, kondisinya termasuk aku mencoba menyelami apa yang dirasakannya saat itu ketika dia bertemu dengan Yesus.

Guys, coba kamu bayangkan kondisi wanita ini. 12 tahun mengalami sakit pendarahan. Sakit 1 hari saja menurutku sudah cukup menderita, ga enak banget pastinya apalagi 12 tahun. Btw aku jadi teringat salah satu komedian Indonesia yaitu Pepeng yang sampai saat ini sakit, mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah & masih terus menerus di tempat tidur. Kalau tidak salah ingat dia sudah menjalani rasa sakit tersebut selama 6 atau 8 tahun, aku tahu hal ini ketika sedang di wawancara oleh Merry Riana di Jumat pagi pada tgl 15 Februari 2013. Dengan rasa sakit sekujur tubuhnya & hanya bisa beraktivitas di tempat tidur. Bisa dikatakan sudah 2 tahun terakhir aku tidak mengalami sakit. Praise the Lord, Dia benar-benar menjaga kesehatanku bahkan ketika ada rasa nyeri di sisi kanan perutku yang tidak seberapa aja aku ada rasa takut (aku ngerasain kurang lebih 1 minggu) & puji Tuhan hilang ketika aku berdoa tiap kali rasa nyeri kecil itu muncul.

Kita kembali di posisi di wanita ini. Selama 12 tahun wanita ini pasti telah menghabiskan hartanya untuk berobat kemana-mana. Namun keadaannya bukan semakin baik tapi semakin memburuk. Bisa dikatakan situasinya sangat buruk. Situasi yang menghilangkan damai sejahtera. Kondisi lahiriah yang cukup menyedihkan, sudah sakit, harta bendanya pun mungkin habis. Dan kondisi lahiriah pasti mengakibatkan tekanan batin dan bahkan mungkin keputusasaan. Kedua hal ini sangat berkaitan erat, hal-hal gangguan yang bersifat fisik jasmaniah ikut mempengaruhi batin. Pasti hati dan pikirannya tidak tenang. Justru dalam keadaan yang sangat putus asa dan tidak mempunyai pengharapan lagi, ia mendengar cerita tentang Tuhan Yesus. Jadi ingat Roma 10:17 bukan? Iman timbul dari pendengaran akan firman & firman itu adalah Dia sendiri ^_^

  1. Yang membuat aku sangat tertemplak adalah respon wanita ini. Kondisi secara lahiriah dan batin sudah cukup menyiksa tapi dia masih bisa menerobos kerumunan banyak orang, hanya untuk menyentuh jubah Yesus. Dengan iman dia benar-benar percaya kalau dia pasti sembuh hanya dengan menyentuh jubahNya. Wow, aku ga tau apa saja yang dia dengar tentang Yesus, berapa lama dia mendengar tentang Yesus, seberapa sering dia mendengar tentang Yesus, sampai dia cukup berani menyatakan imannya seperti itu. Aku dari lahir udah status Kristen tapi aku tahu benar, aku belum punya iman seperti perempuan itu. Sedih banget ketika aku merenungkan hal ini, ada perasaan malu juga. Aku tidak tahu dan aku tidak yakin dari lahir perempuan ini sudah mendengar tentang Yesus tapi dia bisa memiliki iman tersebut.

Bisa menyatakan imannya, berani declare iman nya ke dirinya sendiri bahkan mengambil tindakan iman untuk menerobos kerumunan banyak orang. Guys, remember, dia kondisinya sedang drop “luar dalam” lho. Kekuatan sebagai seorang wanita sehat pasti berbeda dengan kekuatan pria ditambah kondisi sakitnya. Oya ingat juga statusnya. Dia seorang wanita Yahudi, di zaman itu haram baginya untuk menyentuh laki-laki. Itu bukan hal yang mudah. Aku tidak bisa membayangkan pergumulannya saat itu seperti apa tapi aku melihat respon yang luar biasa. Ketakutan, kelemahan, statusnya, kondisinya tidak melemahkan dia. Aku tidak bisa membayangkan kekuatan seperti apa yang dia rasakan untuk berani menerobos. Ku cuma bisa bilang kekuatan imannya, kekuatan percayanya yang membuat dia bisa melakukan hal tersebut. Itu bukan kekuatan dia, bukan kekuatan dia sebagai wanita. Kekuatan yang bersumber dari iman mampu menerobos. Aku belajar mengenai kuasa menerobos dari wanita ini.

  1. Hal kedua yang aku pelajari yaitu dari sisi Yesus. Saat itu kerumunan sangat banyak & pasti banyak yang bersentuhan dengan dia, bersenggolan. Bayangkan saja seperti orang yang terkenal yang banyak diminati oleh orang-orang, pasti banyak yang ingin menyentuhnya tapi Tuhan Yesus bisa membedakan jamahan setiap orang. Bahkan ketika Yesus bertanya siapa yang menjamah jubahNya, murid-muridNya bingung karena banyak banget jadi mana mereka tahu siapa yang menjamahNya. Wow, guys, ini cuma jubahNya doank lho, bukan fisiknya tapi itu cukup menarik perhatian Yesus untuk berhenti sejenak.

Dalam hal ini aku jadi mengenal adanya jamahan yang mengalirkan energi ilahi maupun jamahan yang tidak mengalirkan apa-apa. Jamahan kerumunan banyak orang adalah jamahan biasa-biasa saja karena mereka hanyalah sekumpulan orang yang takjud dan ingin tahu. Sebaliknya, jamahan wanita ini adalah jamahan iman. Jamahan dengan kebutuhan dan kerinduan yang sungguh-sungguh untuk memperoleh sesuatu dari Kristus.

Sekarang aku mengerti. Ketika aku intropeksi diriku sendiri dengan ketiga pertanyaan di awal tadi, aku menyadari aku belum melakukannya saat ini seperti yang Dia mau. Sungguh sedih tapi aku tidak mau bohong. Ya, aku masih tetap SaTe. Ya, aku masih tetap berdoa tapi aku tahu klo ada yg mis or lost. Tanda-tanda & indikasi ke sana mulai terasa. Kerinduanku mulai berkurang. Desire seperti wanita ini untuk menjamah Tuhan tidak ada. Aku jadi seperti jamahan kerumunan orang-orang saja atau mungkin lebih buruk dari mereka, tanpa aku sadari aku tidak menjamahNya =( Apakah setelah aku menjamahNya melalui doa dan pujian, aku mengalami kuasa yang mengalir dalam hidup ku ataukah biasa-biasa saja?

Aku jadi diingatkan mengenai bahaya dari rutinitas yaitu sesuatu yag membuat kehilangan daya dan makna. Aku harus datang berdoa atau datang menjamah Tuhan dengan keyakinan yang sungguh-sungguh seperti kesungguhan wanita ini. Aku menyadari kenapa ayat firman di Yeremia menjadi rhema buat aku karena kesungguhan ku mulai hilang, mulai luntur dan Tuhan tidak mau hal itu terjadi atas aku.

Puji Tuhan ketika aku 1 hari tidak SaTe, aku merasa ada yang mis, ada yang hilang. Aku kangen. Praise The Lord. He reminds me. He miss me karena klo Dia tidak rindu aku, ga mungkin Dia mengejar aku dengan FirmanNya. Thanks God for Your love & Your reminding. Dia selalu mengejar aku bahkan ketika aku sendiri sedang tidak sanggup buat mengejar atau mencariNya.

“Father, aku berdoa, tolong ajarkan aku bagaimana mengaktifkan iman seperti wanita ini. Memiliki respon dan tindakan iman seperti perempuan ini. U know kondisi saat ini sangat lemah meski tetap lebih baik dari wanita ini tapi aku mau belajar untuk terus mengandalkan Engkau. Terus tetap percaya, terus tetap beriman, terus tetap mengarah mataku hanya kepadaMu, Bapa. Ajarkan aku mengenai kesungguhan dalam mencariMu, mengejarMu. Kebutuhan akan kesungguhan untuk menjamah Engkau. Berani menerobos kerumunan pergumulan yang melemahkan aku. Mampukan aku Bapa dalam melakukannya”

Ketika aku sedang menyelesaikan tulisan ini (Sabtu, 16 Februari 2013), aku ngerasain jamahan Tuhan bangets melalui lagu ini. Air mataku ngalir. Hanya bisa praise and worship Him. His always amazing. His always awesome. Amazing His love.

AMAZING – TRUE WORSHIPPERS

You’re my everything, reason I sing

You’ve taken me under Your wings and closer to You,

I draw near

my life’s in Your hands

my heart beats in Your perfect love

my lips shall praise You, adore You

And lifting my love, I will sing

 

# You’re amazing

Never changing

Always with me

Enthroned within my soul

Overflowing

My heart offers

The deepest of honor and worship amazing

 

Sumber: Buku “Kalo Tuhan Tahu, Ngapain Kita Minta?” – Pendeta Luther Zwingli Raprap

Tags: , , ,

About The Courier of God

Saya ingin berbagi kerinduan akan apa yang saya dapat dari Bapa mengenai hatiNya, pikiranNya, rencanaNya..Saya hanya seorang kurir yang membawa pesanNya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Faith, Hope, and Joice

Just another WordPress.com site

Reniwan Agustina Purba

Just another WordPress.com site

Just another WordPress.com site

the mega's notes

Just another WordPress.com site

Within Takapipi

Just another WordPress.com site

Eternal Love

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: