Menikah Adalah Bunuh Diri

This slideshow requires JavaScript.

Senin, 15 Oktober 2012 –Pukul 17:50-

Beberapa waktu lalu, aku membaca buku ini. Sebenarnya sudah sejak lama aku mendengar judul buku ini. Buku yang judulnya terkenal fenomenal. Buku sekuler yang menurutku patut dibaca karena bahasanya ringan, mudah dimengerti, simpel & banyak menggunakan real case.

Ini buku kedua dari K’Jos yang aku baca & memang ini ciri khas dari gaya penulisannya. Dari sekian banyak buku relationship, aku menilai buku ini sangat ringan sekali jadi bagi mereka yang pusing dengan pernikahan dan relationship aku sarankan baca buku ini dibanding buku relationship lainnya. Menurut ku sangat “keterlaluan” kalau sudah baca buku ini tapi masih tidak mengerti juga hehe.

Salah satu point yang bisa aku share dari buku ini yaitu relationship khususnya pernikahan adalah mengenai penerimaan, pengampunan, dan “bunuh diri”. Wah terdengar seram ya mendengar kata “bunuh diri” hehe. Gini lho guys, pada saat kita memutuskan menikah, kita akan “mentok” selama seumur hidup sama orang yang menjadi pasangan kita. Secara fisik sudah berbeda ditambah lagi dengan perbedaan lainnya, perbedaan yang unik dan yang cuma ada di pasangan kita. Apalagi Tuhan tidak pernah menciptakan seorang manusia sama dengan yang lainnya, semuanya masing-masing punya keunikan tersendiri. So seharusnya bisa dibayangkan betapa complicated hubungan tersebut jika kita tidak “bunuh” ego dan keras kepala kita termasuk mengenai benar atau salah akan suatu hal.

Bisakah kita minta maaf meski kita di dalam posisi benar? Bisakah kita menyelesaikan konflik dengan sikap dewasa padahal hati panas minta ampun? Bisakah kita menerima pasangan yang berulang kali menunjukkan perilaku yang tidak kita suka? Maukah kita mengampuni meski pasangan tidak minta maaf sama kita? Banyak hal lagi yang dikupas di sini. Banyak bahasa kasih & bahasa maaf yang perlu kita kenal baik diri kita maupun pasangan kita. Banyak yang perlu dipelajari ketika kita membangun hubungan dengan seseorang. Dari kesatuan visi, hati & pikiran. Pasangan yang menjadi teman seperjuangan dan partner hidup tanpa kita merasa perlu bersaing.

Wah guys, aku recommended banget buku ini untuk kalian baca. So segera beli ya. Disarankan untuk tidak meminjam hohoho😀

Tags: , , , , , ,

About The Courier of God

Saya ingin berbagi kerinduan akan apa yang saya dapat dari Bapa mengenai hatiNya, pikiranNya, rencanaNya..Saya hanya seorang kurir yang membawa pesanNya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Faith, Hope, and Joice

Just another WordPress.com site

Reniwan Agustina Purba

Just another WordPress.com site

Just another WordPress.com site

the mega's notes

Just another WordPress.com site

Within Takapipi

Just another WordPress.com site

Eternal Love

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: