Permainan Cantik – Ps Jeffrey Rachmat

Permainan Cantik – Ps Jeffrey Rachmat

Senin,08 Okt 2012 -Pukul 21.00-

Buku ini buku yang luar biasa & unik b’coz 1st time aku baca buku yang practical & teknis dari seorang hamba Tuhan.

Buku ini menjelaskan bagaimana kita perlu belajar menyeimbangkan segala aspek kehidupan kita dengan style bermain cantik. Ps. Jeffrey share bagaimana kita perlu memperhatikan hidup kita supaya tidak berantakan. Semakin kita beroleh pengenalan yang benar akan Tuhan Yesus & menjalankan apa yang Dia firmankan serta bertindak hati-hati dijamin hidup kita tidak acak kadul. Hehe

Salah satu yang bisa aku share di sini yaitu bagaimana Yesus sungguh memperhatikan kondisi fisik murid-muridNya setelah melayani. Siapa bilang Tuhan Yesus cuma bahas hal-hal yang bersifat rohani & tidak memperhatikan kesehatan murid-muridNya. Ayo pernah ketemu tidak di alkitab kalau Tuhan Yesus menyembuhkan Petrus yang sedang sakit flu? Atau Yakobus yang mulas-mulas? Atau Yohanes yang bersin-bersin? Hehe..

Di sini luar biasanya menurut aku karena seperti kita ketahui Tuhan Yesus itu super duper sibuk beuratz. Dijamin deh murid-muridNya juga ikutan sibuk tapi mereka tidak pernah didapati dalam keadaan sakit. Mau tau buktinya dimana kalau Tuhan care sama kesehatan mereka?🙂

Markus 6:30-32
30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.
31 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.
32 Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.

Perhatikan deh ayat 31,yang nyuruh istirahat itu Tuhan Yesus. Yang ngajak ke tempat yang sunyi itu juga Tuhan Yesus. Tuhan peduli bangetz ma kesehatan murid-muridNya. Dia tahu karena sibuknya,mereka jadi tidak sempat makan.

So buat kita yang sibuk terlibat dalam banyak pelayanan,pekerjaan,sekolah,dan segala macam aktivitas yang dipercayakan kepada kita,yuk kita belajar concern karena Tuhan tidak mau kita sakit. Tuhan mau kita bertanggung jawab & menjaga diri kita.

Secara pribadi,aku memahami hal ini karena sebelum aku membaca buku ini,aku belajar concern dengan kondisi fisik ku ketika ku kerja di kantor aku terakhir. 1st kali aku masuk kerja di kantor tersebut,kalau tidak salah sekitar 3-6 bulan pertama aku mengalami sakit. Waktu itu ku paksain kerja sampai satu titik aku tidak sanggup & besoknya aku tepar sampai 1 minggu aku harus take a rest di rumah.

Dan pas masuk kerja aku diomelin ma atasanku. Pada waktu ku kena marah,ku sempet tidak terima di dalam hatiku,”lha,sapa yg mau skt sih? Kan tdk ada yg bisa prediksi klo skt dtg?!”

Intinya aku “tidak terima” & kesel beuratz krn atasanku mengatakan bahwa ku tidak bertanggung jawab dgn pekerjaanku & kondisi fisik ku. Namun Tuhan pelan-pelan mengajarkan aku dari teguran tersebut. Kondisiku yang drop hampir membuat karyawan di kantorku tidak gajian karena dokumennya ku simpan di meja kerjaku tanpa memberitahukan ke atasanku. Kesalahan ke 2nd,karena aku drop,aku double payment buat pembayaran telepon yang jelas tidak bisa direturn. Wajar kalau atasanku marah. Aku pasti di posisi dia juga akan kesal. Semua itu terjadi karena aku kelelahan,drop jadi sudah tidak bisa berpikir secara normal & yang mengalami dampaknya tidak cuma aku.

Pelajaran ke 2nd ketika bos jepang ku datang ke Indonesia & saat itu 1st time aku lihat kondisi dirinya tidak fit. Doski flu. Besok paginya dia tidak datang ke office & menyampaikan pesan seperti ini,”saya tidak datang ke kantor & jangan hubungi saya. Saya akan datang ke kantor jam 12″. Dan benar lho,dia datang jam 12 dengan kondisi fit.

Aku cengo & merenung cukup lama. Sempat sulit aku terima bagaimana sakit itu kita bisa atur. Namun 2 pengalaman itu yang membuat ku menjadi komitmen sama Tuhan. Kemudian aku mengambil komitmen di tahun 2011 kalau aku tidak mau ke dokter & kalau kondisi ku tidak fit,aku izin tidak masuk 1 hari & langsung istirahat full dengan modal obat koyo,minyak angin. Dan beneran tahun 2011 aku tidak ke dokter,wuih senang banget🙂 kemudian 2012 aku lanjutkan komitmen itu & hasilnya sampai Oktober ini,fisik ku tidak tersentuh tangan dokter. Praise The Lord.

“Terima kasih Tuhan buat understanding yang luar biasa. Dari apa yang aku alami sendiri kemudian Engkau mengingatkan ku dengan pengertian yang lebih dalam dari training di u2s & buku permainan cantik. Itu semua karena campur tangan Engkau ya Bapa🙂 thanks God”

Tags: , , ,

About The Courier of God

Saya ingin berbagi kerinduan akan apa yang saya dapat dari Bapa mengenai hatiNya, pikiranNya, rencanaNya..Saya hanya seorang kurir yang membawa pesanNya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Faith, Hope, and Joice

Just another WordPress.com site

Reniwan Agustina Purba

Just another WordPress.com site

Just another WordPress.com site

the mega's notes

Just another WordPress.com site

Within Takapipi

Just another WordPress.com site

Eternal Love

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: