SIFAT KANAK-KANAK

-Kamis, 9 August 2012, pukul 00.14-

Malam ini aku membaca I Korintus 3:11 dari buku Right People, Right Place & Right Plan. Paulus berkata dalam ayat tersebut, “Ketika aku kanak-kanak, aku berkata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah [ketika] aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu”

Tuhan mengingatkanku untuk bertumbuh dewasa. Biar orang lain melihat & yang mengenal kita, melihat dari sekarang bahwa aku lebih besar dalam iman, lebih besar dalam komitmen, lebih besar dalam kehidupan doa & lebih besar dalam dedikasi kepada Tuhan.

Aku diingatkan Tuhan untuk memperhatikan kalimat “Aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu”. Di kalimat ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak mengambil sifat kanak-kanak itu (pantesan ya seberapa pun tuanya seseorang sifat kanak-kanak tetap ada di dalam orang tersebut ^_^). Hal ini menandakan bahwa semua adalah masalah keputusan, dimana aku harus belajar melakukannya sendiri. Maksudnya melakukan sendiri di sini bukan berarti aku tidak mengandalkan Tuhan namun pembelajaran diri dalam mengambil keputusan. Aku jadi menyadari bahwa seorang anak memiliki kesulitan dalam pengambilan keputusan, secara presentase pasti orang tua yang lebih cenderung mengambil keputusan untuk anaknya. Misalnya ketika masih kecil, kita mana tahu mau masuk sekolah yang mana. Pasti orang tua yang memilihkan & memutuskan sekolah yang terbaik menurut mereka untuk kita. Mereka yang mempertimbangkan dan memikirkannya buat kehidupan kita, padahal yang menjalani kehidupan persekolahan itu adalah kita. Ini salah satu sifat yang ada di kanak-kanak.

Ketika Tuhan menyadarkan aku mengenai hal ini, aku jadi menyadari bahwa secara presentasi dan skala sifat kekanak-kanakan aku masih sangat banyak dalam umur ku yang sekarang ini, dan jujur aku cukup sedih ketika Tuhan membukakan aku akan hal ini. Tapi yang membuat aku tenang & tetap bisa bersukacita adalah Tuhan berjanji bahwa Dia akan membantu untuk membuat aku menjadi dewasa & membantu pertumbuhanku. Namun yang perlu dipastikan dari diriku, maukah aku meninggalkan sifat kekanak-kanakanku? Selama ini aku selalu minta Tuhan beri aku pertumbuhan tapi aku lupa memutuskan untuk meninggalkan sifat kekanak-kanakanku..

“Ya Bapa, aku berdoa dan mengambil keputusan untuk meninggalkan sifat kekanak-kanakanku. Aku butuh bantuanMu untuk aku bisa bertumbuh dewasa seperti yang Engkau mau. Dan aku percaya bahwa aku mampu karena Engkau yang bergerak  dan yang campur tangan di dalam hidupku, amin”

Tags: ,

About The Courier of God

Saya ingin berbagi kerinduan akan apa yang saya dapat dari Bapa mengenai hatiNya, pikiranNya, rencanaNya..Saya hanya seorang kurir yang membawa pesanNya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Faith, Hope, and Joice

Just another WordPress.com site

Reniwan Agustina Purba

Just another WordPress.com site

Just another WordPress.com site

the mega's notes

Just another WordPress.com site

Within Takapipi

Just another WordPress.com site

Eternal Love

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: