LP Cipinang in His Heart

This slideshow requires JavaScript.

Teman-teman, apa yang ada di pikiran kalian ketika kalian mendengar kata PENJARA? Ketika aku mendengar kata ini, di benak ku adalah tempat yang mengerikan dimana tidak ada kebebasan, tempat dengan lokasi yang terisolasi dengan tembok yang tinggi dengan penjagaan yang sangat ketat, tempat hukuman, tempat menunggu waktu kematian, tempat yang penuh dengan orang-orang jahat, tempat kejahatan menetap, tempat yang sepertinya tidak ada harapan, dan masih banyak hal yang tidak menyenangkan berlangsung. Bagi banyak orang penjara adalah tempat yang pasti dijauhi, jangankan untuk melangkah masuk ke sana, membayangkannya saja mungkin tidak mau.

Salah satu teman kami yang bernama Ajeng mengatakan ini, “aku tidak bisa membayangkan bagaimana kita hidup di penjara..kita tiap hari di rumah saja pasti bosen apalagi mereka yang bertahun-tahun di sana..” Ya, sangat tidak mengenakan..Pernakah kalian bayangkan jika kalian di situasi dimana kalian tidak bisa kemana-mana? Setiap hari kalian melihat orang yang sama..situasi yang sama..pemandangan yang sama..kehidupan dan aktivitas kalian yang ditentukan oleh orang lain..perilaku yang kasar mungkin sudah menjadi “makanan” sehari-hari..menghitung hari menunggu waktu kebebasan itu tiba..atau menghitung hari dimana vonis kematian menunggu..atau menikmati sisa usia di penjara dikarenakan terkena hukuman seumur hidup..

Tahun 2011 aku pernah mengatakan ke salah satu kakak rohani ku kalau aku pengen ke penjara, pengen ke LP Cipinang..saat itu aku mengatakan dengan jelas LP mana yang ku pengen datang..jujur ketika aku mengatakan hal itu, aku tidak merasakan apa-apa, dalam arti, biasa aja..aku pengen ke sana karena aku pengen tahu..pada saat itu dia lagi share mengenai pelayanannya ke penjara..after that, aku tidak ingat lagi..namun ternyata tidak dengan Tuhan, He knows deep inside my heart than me..

Hari Minggu, tgl 15 April 2012, Tuhan genapi perkataan ku di saat aku benar-benar tidak siap secara pribadi..Dia benar-benar beri aku kesempatan untuk merasakan dan mengalaminya..satu sisi excited..satu sisi ada rasa takut..yah..tidak dipungkiri bayangkan yang seperti aku katakan di atas, ditambah dengan informasi media yang selama ini ditayangkan di tv atau kita baca di media massa..informasi umum mengenai penjara yang benar-benar tidak ada menyenangkannya..

Namun hari itu, Tuhan mau aku belajar sesuatu..Tuhan mau ku mengenal apa itu penjara..melihat penjara dari sisi yang lain..merasakan hatiNya..dan I received..I feel it and I see it..ada beberapa hal yang aku dapatkan dari apa yang Tuhan ajarkan kepada ku..

1st time aku merasakan benci dan tidak suka dengan dosanya, dengan dosa yang mengikat mereka, dengan kejahatan yang mereka lakukan namun aku tidak pungkiri, aku tidak bisa membenci mereka, aku tidak bisa membenci para pelaku kejahatan tersebut..1 minggu sebelumnya, Tuhan ingatkan aku lewat K’Zenko & DCL ku, “BENCI DOSANYA, JANGAN PENDOSANYA”..ketika ibadah baru dimulai, aku hanya bisa menangis, aku merasakan keputusasaan mereka, kehilangan harapan, kepahitan, teriakan dan jeritan hati mereka..dan betapa Tuhan sangat mengasihi mereka..Itu perasaan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya..Betapa aku ingin sekali memeluk mereka..memberitahukan ke mereka bahwa Tuhan benar-benar mendengarkan jeritan hati mereka, mendengar keluh kesah & doa mereka, Tuhan rindu memeluk mereka, Tuhan rindu memakai hidup mereka, dan yang paling sangat kuat adalah Tuhan ingin menyatakan kasihNya atas mereka..I wish mereka benar-benar tahu hal ini..

Ya, mereka benar-benar butuh yang namanya PENGAMPUNAN dan KASIH..guys, bagi kita yang sudah lama mengenal Tuhan Yesus, apa yang kita rasakan mengenai pengorbananNya di kayu salib? Apa yang kalian rasakan ketika hari Jumat Agung tiba? Apa yang kalian rasakan ketika hari Paskah tiba? Apa yang kalian rasakan ketika kalian sedang makan roti dan minum anggur pada saat Perjamuan Kudus? Apakah kita masih bisa mengucap syukur dengan apa yang Tuhan Yesus lakukan atas kita? Apakah kita masih bisa merasakan betapa pentingnya dan berharganya pengorbanan Tuhan Yesus? Apakah yang kita rasakan hanya seperti ibadah rutinitas saja? Orang yang terpenjara sangat tahu dan mengerti betapa berharganya sebuah pengampunan..betapa sangat tidak mudah mendapatkan sebuah kalimat PENGAMPUNAN..Aku belum pernah di penjara namun hari itu aku merasakan bahwa seharusnya aku seperti mereka, di posisi yang layak menerima hukuman, posisi dimana apa yang aku lakukan tidak akan bisa menyelamatkan aku..Ini hal kedua yang Tuhan ajarkan ke aku..Roh Kudus mengingatkan aku..ada Pribadi yang menggantikan posisi kita untuk menerima hukuman..ada pribadi yang mau menanggung segala dosa & kesalahan yang kita lakukan selama hidup kita..Mengingatkan aku untuk tidak bermain-main dengan kasih karunia yang telah Dia sediakan untuk aku..mengingatkan aku untuk bertanggung jawab atas hidup yang aku jalanin..tidak hidup dalam dosa lagi..

1st time ibadah raya bersama mereka dengan kipas angin, bukan dengan AC seperti biasanya namun aku tidak bisa pungkiri, aku merasakan pengalaman yang berbeda dari pertemuan-pertemuan ibadah yang aku lakukan..apa sih bedanya? Jujur, aku sulit menggambarkannya dengan kata-kata..ada pengalaman tersendiri..ibadah raya yang sederhana namun Roh Kudus benar-benar bekerja dengan luar biasa..beribadah dengan para narapidana..beribadah dengan para pendosa & it’s so amazing..I’m so enjoy it..sepertinya aku mengerti apa yang dirasakan Tuhan Yesus ketika diriNya bersama pemungut cukai, para pelacur, para pembunuh, pencuri..Dia sangat menikmati sekali kebersamaan bersama mereka..Dia sahabat para penjahat..Dia sahabat para pendosa..pernah kah kalian pikirkan jika predikat tu ditaruh di kita? “AKU SAHABAT PARA PENJAHAT..AKU SAHABAT PARA PENDOSA..” Normally pasti qta tidak mau mendapatkan predikat itu..jangankan mengenakan julukan tersebut, jika misalnya salah satu orang yang kita sayangi dan kita kenal, ntah tu keluarga, ntah tu teman, ntah tu orang tua qta, ntah tu saudara qta yang menjadi NARAPIDANA, apa yang kita rasakan? Hal yang paling cepat kita rasakan, adalah rasa malu bukan? Malu bisa kenal atau punya keluarga yang menjadi seorang narapidana, menjadi seorang penjahat..dan mungkin ujung-ujungnya kita tidak mau mengakuinya atau memilih di posisi seperti orang lain yang tidak mengenal dirinya..3rd lesson for me, He want me to learn, Tuhan kita adalah Hakim namun Dia juga memiliki hal terbesar dalam diriNya yaitu KASIH..Dia ga peduli dengan segala predikat dunia tentang diriNya..He really loves them..dan itu juga yang aku rasakan ketika di dekat mereka..I’m so enjoy it..

Puji Tuhan, meski waktunya tidak banyak, aku sempat ngobrol dengan seseorang napi yang berseragam kaos putih berkerah ungu..awalnya ku sempat mengira beberapa orang yang berseragam tersebut adalah bukan napi, ku tertarik dengan beberapa dari mereka, akhirnya aku bisa ngobrol sebentar dengan 1 orang setelah ibadah selesai..Pria Chinnese dengan kisaran umur 30an yang sedang merapikan projector..dia sudah 1 tahun 6 bulan di LP Cipinang..dia baru bisa dibebaskan tahun 2013..dia mengatakan, “Kalau Tuhan mengijinkan Oktober ini dia bisa menerima Pembebasan Bersyarat..” ada satu hal yang aku tidak bisa lupa dan membuat aku amaze, ketika dia mengatakan ini, “Saya bersyukur bisa di penjara karena di penjara saya bisa bertemu dengan Tuhan..saya dulu rumahnya di daerah selatan, saya tidak pernah membawa alkitab untuk ke gereja padahal setiap hari saya melewatinya..” Aku tersentak sesaat mendengarnya..mungkin kita sering mendengarnya dari orang lain namun beda sekali rasanya ketika engkau mendengar langsung..seketika aku sempat tidak tahu mau mengatakan apa..aku bersukacita mendengarnya namun di satu sisi aku merenung, apakah aku bisa mengatakan seperti itu ketika aku di posisi dirinya? Tidak mudah kita mengucap syukur untuk hal-hal buruk & ketika yang tidak menyenangkan menimpa diri kita bahkan di kondisi seperti mereka yang terpenjara..aku melihat semangat dirinya untuk melayani Tuhan, untuk menggunakan hidupnya sebaik mungkin termasuk untuk teman-teman sesama napi..aku amaze ketika dia mengatakan setiap hari ada 2x ibadah di sana..ada kurang lebih 15-20 orang napi yang terlibat juga dalam ibadah saat itu..hati mereka luar biasa..

Aku memperhatikan beberapa di antaranya ketika Tuhan berbicara melalui hambaNya..mereka begitu memperhatikan..mereka belajar untuk mendengarkan dan memberi telinga seorang murid..ya, mungkin memang tidak semuanya, mungkin masih ada yang memiliki motivasi yang salah ketika hadir ibadah, mungkin masih ada yang mengeraskan hati, mungkin masih banyak hal yang membuat mereka belum bisa memutuskan untuk membuka hati & memberi hidup mereka kepada Tuhan..namun aku tahu Dia tidak pernah berhenti bekerja..Dia Allah yang bekerja..Dia Allah yang masih mau menunggu..Dia bukan Allah pemaksa, Dia sangat menghargai kehendak bebas kita dalam memutuskan..aku tetap percaya dengan kedalaman hati mereka..

Oh God, thanks Jesus..aku bersyukur buat semua yang Engkau berikan kepada mereka..buat semua kesempatan yang Engkau sediakan untuk mereka mengenal Engkau..buat hati mereka, buat semangat hidup mereka..I pray for them God..I pray for his life..aku mengucap syukur dan berterima kasih untuk pemerintah yang telah menyediakan fasilitas dari tempat ibadah, tempat olah raga, dan segala fasilitas lainnya termasuk kesempatan berupa waktu dimana penjara menjadi tempat yang “layak” untuk mereka bisa tempati..terima kasih Bapa telah memberikan aku kesempatan melihat, merasakan kehidupan di dalam penjara meski hanya 2 jam..melihat apa yang selama ini media tayangkan, dimana media tidak secara keseluruhan memperlihatkan kehidupan di penjara..seperti namanya yaitu Lembaga Permasyarakatan, aku sungguh berharap bahwa setiap pribadi yang di sana diubahkan, dipulihkan dan menjadi pribadi yang luar biasa ketika mereka kembali ke masyarakat..dan ku berdoa buat setiap pribadi di bangsa ini menerima mereka setelah mereka keluar dari penjara..tidak ada lagi penghakiman atas mereka..membantu mereka meraih mimpi mereka..membantu mereka menemukan hidup mereka yang sebelumnya mereka tidak bisa menikmati..membantu mereka menjalani prosesnya..aku berdoa buat mereka yang mungkin tidak bisa keluar dari penjara, ntah tu dikarenakan hukuman seumur hidup atau pun hukuman mati, bahwa mereka bisa menikmati sisa hidup mereka dengan penuh ucapan syukur dan mereka menyadari hidup mereka berarti bukan karena status mereka sebagai seorang narapidana namun sebagai seseorang yang sudah bebas dari keterikatan..terima kasih Bapa buat pengalaman, kesempatan & pembelajaran buat kami, anak-anak mudaMu..terima kasih buat hatiMu atas kami..terima kasih untuk pekerjaanMu..terima kasih buat teman-teman yang sudah menyediakan waktu, tenaga, uang untuk mereka..Tuhan memberkati kalian..

Hukuman dosa dihapuskan oleh Kristus dalam waktu sekejap, namun kebiasaan-kebiasaan yang berdosa hanya dapat dihapuskan melalui proses (Kolose 3:2,5) – SPK

Tags: ,

About The Courier of God

Saya ingin berbagi kerinduan akan apa yang saya dapat dari Bapa mengenai hatiNya, pikiranNya, rencanaNya..Saya hanya seorang kurir yang membawa pesanNya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Faith, Hope, and Joice

Just another WordPress.com site

Reniwan Agustina Purba

Just another WordPress.com site

Just another WordPress.com site

the mega's notes

Just another WordPress.com site

Within Takapipi

Just another WordPress.com site

Eternal Love

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: