Men are Like Waffles, Women are Like Spaghetti

Understanding & Delighting in Your Differences 

(Komunikasi Pria & Wanita )

Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Kejadian 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Dari ayat di atas kita bisa sadari bahwa kekuasaan itu sudah diberikan kepada kita yaitu laki-laki dan perempuan karena kita adalah gambar diriNya. Jadi kuasa itu tidak hanya di laki-laki atau di perempuan saja namun di keduanya karena penggambaran utuh Allah ada di keduanya so bisa dibayangkan kan jika hanya laki-laki atau perempuan saja sudah ada kuasa apalagi jika berdua. Kata kuncinya kekuasaan adalah di perkataan kita. Seperti kita ketahui bahwa apa yang kita katakan penuh kuasa namun seringkali terjadi antara pria & wanita perkataan yang disampaikan suka tidak connect bahkan banyak yang menimbulkan pertengkaran atau terluka hanya karena sebuah perkataan ketika pria dan wanita berkomunikasi so apa nih yang jadi masalah dalam perbedaan ini & bagaimana menyikapinya? Mari kita mulai pembahasannya ^_^

Latar belakang mengapa kita berkomunikasi:

  1. Ingin mengetahui (maka bertanya)
  2. Ingin orang mengetahui (maka kita bercerita)
  3. Ingin memprotes (maka kita berdebat)
  4. Ingin menegur (maka kita mengoreksi)
  5. Ingin mempengaruhi orang (maka kita membujuk)
  6. Ingin membenarkan diri (maka kita menjelaskan)

Cara kita berkomunikasi dengan latar belakang seperti ini sebenarnya tidak benar, kenapa? Karena diri kita yang jadi pusat & sekeliling kita adalah objeknya makanya kenapa di bahasa inggris kata “saya” atau “I” itu selalu huruf besar. Hal tersebut sudah menggambarkan hal ini betapa kita ingin menjadi pusat komunikasi dalam suatu pembicaraan.

So sebenarnya apa sih kata asli dari komunikasi? Bahasa asli komunikasi adalah koinoa yang artinya persekutuan dalam arti terdalam yakni berbagi hidup yang menjadi suatu kesatuan. Jadi fungsi sebenarnya dari komunikasi adalah penyatuan. Jadi jika kita berbicara dan tidak terjadi penyatuan dalam pembicaraan tersebut maka pada dasarnya komunikasi itu tidak terbentuk, hanya sebuah kata-kata yang dijadikan sebuah pembicaraan.  Sehingga seringkali kita melihat atau merasa enggan berkomunikasi, hal ini yang menyebabkan orang tidak bisa berkomunikasi secara benar seperti arti yang seharusnya.

Komunikasi yang benar memiliki ciri seperti:

  • Ingin membangun & memberi dorongan
  • Ingin mengungkapkan kasih & kepedulian

Komunikasi itu bagaikan jantung yang memompa agar darah bisa mengalir ke seluruh tubuh sehingga bisa mensupply kehidupan. Begitu juga dengan komunikasi, tanpa adanya komunikasi yang benar maka persekutuan tidak terbentuk. Namun pada nyatanya pria & wanita itu berbeda sehingga harapannya pun berbeda maka hal ini membuat mereka enggan berkomunikasi.

Hal yang perlu kita ketahui dari komunikasi pria & wanita:

  1. Pria & wanita memiliki gaya berkomunikasi yang berbeda
  2. Gaya komunikasi yang berbeda adalah hal yang wajar
  3. Komunikasi untuk beradaptasi

Komunikasi terdiri dari:

  1. 60% – 80% bahasa tubuh non verbal
  2. 20% – 30% nada suara (intonasi)
  3. 7% – 10% kata-kata yang diucapkan

 

Wanita dapat menggunakan ketiga ini secara maksimal karena dalam berkomunikasi wanita menggunakan 2 otaknya sekaligus (kiri & kanan) sedangkan pria lebih cenderung hanya satu komponen dan yang paling sering digunakan adalah komponen kata-kata yang diucapkan karena hanya menggunakan salah satu otaknya saja (tidak bisa kedua otaknya sekaligus).

Pria dikenal sebagai single track atau fokus dengan 1 hal maka dari itu dikatakan pria itu seperti waffles. Waffles adalah jenis makanan yang bentuknya berupa kotak-kotak. Pria memasukkan post nya masing-masing untuk setiap hal yang ada di dalam otak mereka. Di dalam kotak tersebut bahkan ada kotak-kotak yang kosong, tidak selalu semuanya terisi. Perlu diperhatikan juga bahwa mereka tidak memiliki jembatan komunikasi dikarenakan area yang berbentuk waffles seperti ini. Hal ini berbeda sekali dengan wanita.

Bagi wanita tidak ada space kosong di dalam diri mereka, segala sesuatu penuh terisi dan saling menyambung, dalam arti ada penyambung atau jembatan penghubung dari satu hal ke hal lainnya maka dikatakan wanita seperti spaghetti. Otak kiri dan otak kanan wanita ada penghubung yang di dalamnya ada yang namanya corpus (klo ga salah ya namanya hehehe), yang ukurannya 40x lebih besar dari otak pria. Corpus ini yang menfungsikan logical dan feeling dari dalam diri wanita.

Pria lebih peka dengan kata-kata sedangkan wanita lebih peka dengan informasi dan bahasa tubuh dibanding kata-kata. K’Andry memberi contoh kejadian di rumahnya, K’Andry memiliki pembantu wanita yang sudah bercerai dengan suaminya, suatu kali anak perempuannya akan menikah dan pembantu ini menghubungi suaminya yang di luar negeri namun suaminya menolaknya kecuali jika mantan istrinya yang membayarkan akomodasinya sehingga terjadi perdebatan sampai pembantunya tersebut membanting handphone nya. Pembantu wanita ini sudah bercerai lama dengan mantan suaminya & dirinya terluka bukan karena hubungan yang sudah lama tersebut namun dengan kata-kata yang disampaikan oleh suaminya.

 

Perlu disadari para wania bahwa pria membutuhkan bahasa dibutuhkan dan bukan bahasa perintah maka jika wanita berbicara dengan pria dengan kalimat yang ada unsur memerintah, pria lebih cenderung tidak akan melakukan sehingga seringkali terjadi salah berkomunikasi. Contoh suatu hari ada sekelompok wanita yang baru saja pulang dari pelayanan dengan membawa banyak barang. Saat itu mereka sudah cukup lelah sekali dan barang yang mereka bawa bukanlah barang yang ringan & dalam jumlah yang banyak. Ketika mereka sampai ke gereja, di ruangan tersebut ada sekelompok pria yang baru saja selesai mengikuti acara pria sejati, mereka asik sekali berdiskusi, mereka melihat para wanita ini namun tetap mengobrol sesama pria. Beberapa wanita ini memberi beberapa kode untuk menunjukkan bahwa mereka membutuhkan bantuan dari para pria, dimulai dari membawa barang yang melewati mereka, kemudian memberikan bahasa tubuh yang mengekspresikan bahwa mereka kelelahan dalm mengangkat barang-barang tersebut sampai memberi kalimat seperti, “wah barangnya byk dan berat ya” namun tidak ada satu pun pria yang beranjak membantu mereka hingga barang itu selesai dipindahkan. Ada wanita yang kesal dan tidak suka hal ini sehingga ketika dirinya sempat mengikuti acara pria sejati & jika ada kalimat semangat untuk pria sejati dirinya selalu memberi suara penolakan di tengah-tengah acara tersebut karena masalah ini. Bagi wanita ini, para pria sejati itu tidak sejati karena tidak membantu para wanita yang sedang berjuang memindahkan barang. Ternyata salah satu sumber masalahnya adalah di bahasa komunikasinya. Ketika ditanya oleh K’Andry apakah wanita ini meminta tolong kepada para pria secara langsung, dirinya mengatakan tidak karena menurut dia seharusnya apa yang mereka lakukan sudah cukup jelas untuk para pria ini karena para pria ini melihat kejadian tersebut. K’Andry mengatakan bahwa tanpa “bahasa dibutuhkan”, pria menganggap para wanita ini masih dalam kondisi mampu menyelesaikannya sendiri. Meski ada faktor lainnya namun salah satu faktor komunikasi ini juga menjadi sumber masalah.

This slideshow requires JavaScript.

Genderlect atau dikatakan sebagai perbedaan komunikasi antar gender:

No

Fokus

Pria

Wanita

1 Hubungan & Status Mencari status (goal, result & orientasi). Tanpa fakta & data pria cenderung memilih tidak berkomunikasi karena bagi mereka tidak ada gunanya. Mencari hubungan. Wanita tidak hanya butuh kata-kata yang selalu dibicarakan namun hubungan yang lebih diutamakan.
2 Private & Public Public (status) & bersifat kompetisi Private (hubungan) & cooperatif (kerjasama)
3 Emosi & Afilasi Menghindari emosi, objektif, fakta, posisi, otoritas Berbicara tentang perasaan & orang-orang
4 Mendengar & Menginterupsi Interupsi (sebagai simbol kekuatan atau status). Interupsi adalah simbol dari sebuah otoritas atau kuasa atau status terutama jika mengancam statusnya. Mendengar
5 Konflik Jalan pintas menuju status. Pria dapat mengorbankan hubungan (menghadapi konflik) agar statusnya tercapai. Mengurangi tingkat hubungan

Pria sangat sensitif dalam penggunaan bahasa “You” and “I” oleh wanita. Bahasa You cenderung menyerang si pria sehingga pria akan defense atau ofense. Contoh “Kamu tuh ya kalau dibilangin ga pernah dengar jadi ngerasain sendiri kan”. Nah di sini pria akan cenderung merasa diserang. Bahasa “I” tidak mengancam karena lebih menceritakan sisi wanita seperti kelembutan yang membuat pria akan lebih terbuka. Contoh, “u kelihatannya lelah, apakah u sedang tidak sehat?” Pria sangat mengerti dan sadar tanpa perlu diserang.

Dalam hal mendengar pria juga lebih cenderung mendengar dengan telinga sedangkan wanita mendengar dengan hati  maka kenapa pria fokus & peka ke kata yang mereka dengar.

Wanita lebih berorientasi dengan proses sedangkan pria fokus ke result atau hasil. Hal ini merupakan cara pandang interupt untuk pria karena pria seringkali tidak sabar dengan proses dari sang wanita. Wanita lebih lama menjalani prosesnya dikarenakan proses pemikiran dan perasaan berlangsung bersamaan makanya pertimbangannya jauh lebih detail.

Perbedaan gaya komunikasi ini sudah bisa dilihat dari anak-anak yang berumur ± 3 tahun:

Little Girl

Little Boy

Talk to be Liked

Contoh: anak perempuan biasanya mengajak teman-teman perempuannya berbagi ketika bermain boneka atau masak-masakan secara bersama

Talk to be Boast

Contoh: anak laki-laki cenderung akan membanggakan mainan robot yang dia miliki jika dia bertemu dengan teman laki-laki lainnya dengan mengatakan bahwa robot yang dimiliki sangat canggih dan hebat bahkan terkadang mereka akan menunjukkan kehebatan & keunggulan dari mainan yang mereka miliki

Make request

Contoh: “Pa, kalau nanti papa pulang bole ga beliin aku boneka barbie?”

Make demands

Contoh: “Papa, kalau aku naik kelas harus belikan aku sepeda ya. Pokoknya aku hanya mau sepeda model A dengan tipe B”

Speak to creat harmony Prolog conflict
Talk more indirectly Talk directly
Talk more with words Use more actions

Pada dasarnya pria memiliki banyak kosa kata dibandingkan wanita namun dalam penggunaannya wanita lebih banyak menggunakannya dalam satu hari karena pria menggunakan kosa kata yang ada berdasarkan tugas alias tidak selalu mengeluarkan dalam bentuk pembicaraan.

Seringkali kita mendengar bahwa pria lebih egois dibandingkan wanita karena pada awal penciptaan pria diciptakan sendiri dimana tidak ada seorang pun di sekitarnya maka kenapa bagi pria persaingan itu sudah menjadi bagian dirinya termasuk keegoisan. Sedangkan wanita ketika diciptakan sudah ada orang lain yaitu adam maka kecenderungan kooperatif dan berbagi lebih tinggi dibanding pria. Contoh terkadang para wanita merasa jika ada sesama pria yang bersahabat namun bersaing dalam satu hal, wanita cenderung melihat bahwa hal itu sangat berbahaya bagi hubungan persahabatan mereka karena bagi wanita, hubungan persahabatan jauh lebih penting dibandingkan resiko yang akan mereka hadapi dalam hubungan sedangkan bagi pria resiko dalam hubungan tidak bermasalah selama hasil dari apa yang mereka inginkan tercapai (result). Bagi para pria resiko itu sebagai tantangan yang perlu ditaklukan untuk mencapai result.

Dalam sebuah pernikahan atau pun keluarga seringkali dikatakan pria sebagai kepala keluarga namun kalau kita perhatikan lebih dalam, pada dasarnya pria adalah kepala dari wanita (prioritas). Hal ini bisa kita lihat di Efesus 5:23 dikatakan, “karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.” Maka dari itu kita sebagai wanita perlu menyadari hal ini jika kita masuk ke dalam pernikahan dan sebagai wanita yang belum menikah, mulailah mempersiapkan diri untuk dikepalai suami.

Sebagai gambaran besarnya, bagaimana komunikasi seharusnya dalam lingkungan komunitas anak-anak Tuhan? Konteks dalam christian community untuk hubungan pria dan wanita terutama dalam hal komunikasi, kita bisa melihat melalui ayat-ayat di bawah ini sebagai dasarnya:

  • Yakobus 3:1-12

3:1 Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.

3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.

3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.

3:6 Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

3:7 Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,

3:8 tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.

3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,

3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?

3:12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.

Dari Yakobus 3:1-12, kita belajar bahwa kekuatan perkataan dalam berkomunikasi sangatlah penting & yang perlu kita sadari tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah so perlunya kita berhati-hati dalam menggunakannya. Still learning for this supaya apa yang kita katakan tidak menjadi memegahkan perkara-perkara yang besar dan tetap menghasilkan mata air yang sama dari sumber mata air yang benar yaitu Allah sendiri.

  • Efesus 4: 29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

Wah teman-teman ketika ku baca ini, ku menyadari bahwa ternyata kasih karunia itu diberikan Tuhan melalui kita lewat perkataan. Dimana tidak sembarang perkataan jadi jika ada orang yang mendengarkan perkataan kita dan merasa terbangun oleh perkataan kita, dirinya mendapatkan kasih karunia Tuhan melalui kita jadi dalam hal ini kehidupan kasih karunia ga langsung nemplok hehehe

  • Efesus 4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu

Seperti kita ketahui bahwa bahasa komunikasi tidak hanya berupa kata-kata dan di Efesus 4:32 menggambarkan hal tersebut dimulai dari keramahan kita, kasih mesra dan saling mengampuni. Ketiga hal tersebut adalah ekspresi perkataan dari bahasa komunikasi kita. Ekspresi itu menggambarkan Kristus itu sendiri.

  • Amsal 11: 12 Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai, berdiam diri. (wedew aku kudu belajar banyak b’diam diri sepertinya hehehe)
  • Amsal 18: 2 Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya

Dari ayat ini, kita jadi bisa membedakan mana orang yang bebal dengan yang tidak, ternyata membedakannnya sangat mudah ya ^_^

  • Amsal 18: 13 Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya

Hayo siapa yang suka langsung ngejawab ketika kita sedang mendengarkan alias kebanyakan interupsi? hehehe..sepertinya termasuk aku di dalamnya..hiks hiks..sadar diri euy so kudu belajar lebih lagi nih dalam hal mendengar T_T

  • Amsal 29:20 Kaulihat orang yang cepat dengan kata-katanya; harapan lebih banyak bagi orang bebal dari pada bagi orang itu

Waduh, gubrak, “kena” lagi euy..hiks hiks..teman-teman, aku tuh klo ngomong tuh cepat banget..sangat cepat malah mpe terkadang banyak orang suka ga ngerti ckckck..pas dapat ayat ini, nyesek dah, ketika dikatakan harapan buat orang bebal lebih banyak dari pada bagi orang itu..benar-benar PR nya banyak ya termasuk latihan dalam mengerjakannya..karena namanya perkataan hanya bisa dipraktekan..

  • Matius 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Teutep ya teman-teman bahwa kasih itu adalah bahasa komunikasi yang sangat-sangat efektif untuk menggambarkan segala komunikasi yang akan kita lakukan so next time aku akan share mengenai bahasa kasih. Sebagai klu nya, ada 5 bahasa kasih dan tiap orang memiliki bahasa kasih yang berbeda-beda ^_^

I hope apa yang kita dapatkan hari ini membantu kita dalam memahami lawan bicara kita dalam berkomunikasi jadi jangan sampai kita salah espektasi lagi ya ^_^ jadi perbedaan gender tidak membuat kita menjadi lebih banyak jarak namun membuat kita semakin menyatu. Tetap diingat bahwa proses (butuh wanita) perlu dijalani namun hasil (butuh pria) juga perlu dicapai. Mari kita praktekan dan latihan ya supaya kasih Kristus semakin tergambarkan dalam kehidupan komunikasi kita (persekutuan dan penyatuan), amin ^_^

Speaker: K’Andry Panjaitan on 17 Sept 2011 @ U2S Abbalove (Dynamic Ladies Community)

Tags: ,

About The Courier of God

Saya ingin berbagi kerinduan akan apa yang saya dapat dari Bapa mengenai hatiNya, pikiranNya, rencanaNya..Saya hanya seorang kurir yang membawa pesanNya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Faith, Hope, and Joice

Just another WordPress.com site

Reniwan Agustina Purba

Just another WordPress.com site

Just another WordPress.com site

the mega's notes

Just another WordPress.com site

Within Takapipi

Just another WordPress.com site

Eternal Love

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: